02.04.08

tentangSAKIT

Posted in Hidup at 1:56 pm by rumahbiru

Aku ingin bercerita tentang rasa yang satu ini. Tentang rasa yang ternyata sudah begitu dengan akrab dengan ceritaku, ah sudahlah, bukan saatnya mendayu-dayu. Namun ada satu hal tentang rasa ini yang rasanya tak pernah habis dibahas. Pernah mendengar pribahasa “orang yang sudah akrab dengan badai, tak akan pernah takut dengan gerimis”?? Dengan sedikit penggubahan, mungkin bisa dirangkai menjadi “orang yang pernah merasakan sakit terbesar tidak akan menderita karena sakit lain nya”, dan kemudian lahirlah pertanyaan baru;

Hal seperti apa lagi yang bisa membuatku sakit?

Bukan dengan artian bahwa aku sudah begitu hebatnya, sampai-sampai berani menantang rasa sakit. Bukan, bukan itu maksudku. Aku mungkin hanya ingin menegaskan bahwa betapapun resiko hidup yang akan aku hadapi sekarang, kalau aku mau aku hadapin. Begitu juga dengan siapapun yang mau berhubungan denganku, aku benci kata rayuan [maaf karsono, aku menganggapmu sedikit gombal, hahaha], apalagi paksaan. Seandainya kalian masih mau menjadi, terserah sebagai apapun, apakah teman, sahabat, pacar, istri ato bla bla blanya… ya mari. Kalaupun sudah tak berkenan, ya tidak masalah juga. Dan apalah arti rasa sakit karena itu semua!!

01.31.08

Samantha Sidley

Posted in Hidup at 8:14 pm by rumahbiru

maybe its will gonna be my first daughters name !

Amin

01.30.08

Kebun Raya Bogor

Posted in Hidup at 3:11 pm by rumahbiru

30 Januari

Posted in Hidup at 3:09 pm by rumahbiru

Dan suasana berubah sesaat setelah potongan kertas kecil berisikan informasi kuliahku disemester depan aku terima di tanganku. Tidak ada yang berbeda sebenarnya di kertas itu, masih seperti semester lalu dengan tulisan 6 SKS yang bernama Tugas Akhir. Ah, ya sudahlah. Hari sudah siang, dengan earphone yang selalu terpasang dengan setia ditelinga, aku berjalan menikmati kampusmu di hari rabu ini. Tidak banyak yang berbeda, dan mp3 player masih memutar lagu everybody’s changing nya keane..

But everybody’s changing
And I don’t feel the same

Setelah sempat bingung bagaimana cara menghabiskan hari ini, kemudian muncullah keinginan untuk mengunjungi pameran buku yang dilaksanakan hingga tanggal 4 Februari nanti. Ambil angkutan kota terdekat dan tidak lama berselang sampai ditempat pameran. Hmm.. pengunjung cukup ramai, dengan kenyataan bahwa sebuah pameran buku masih menjadi parameter penting dalam bagaimana membudayakan membaca di negri ini. Aku pasti tidak akan pernah menemui hal seperti ini didaerah, pertumbuhan dan perkembangan masih sangat berpusat dikota besar dan jawa. Setelah beberapa saat berkeliling dari stand ke stand, ternyata aku kecewa! Tidak banyak buku yang bisa aku baca -apalagi beli-. Hampir semua stand didominasi oleh buku-buku agama. Huff.. WT*. Hanya satu stand yang benar-benar aku kunjungi (JALASUTRA) dan kemudian membeli dua buah buku sekedar oleh-oleh kunjungan dan bahan untuk membaca diminggu-minggu berikutnya yang memang sudah kehabisan stok. Keluar area pameran dengan perasaan lega. Lalu hendak kemana sekarang?

Siang masih berawan. Melangkahkan kaki kemana dia mau, dan ternyata setelah melewati Gedung Indonesia Menggugat, aku bertemu sebuah taman. Masuk, dan mencari tempat menyendiri yang nyaman, dan dipilihlah sebuah amphiteater kecil dibawah beberapa pohon bambu. Mengamati beberapa penjaga taman sedang membersihkan tamannya, dan kemudian muncullah keinginan untuk menjadi penjaga taman. Kemudian aku bertanya pada penjaga nya

“Apakah ada lowongan part timer untuk jadi penjaga taman disini pak?”

“hmm.. sepertinya susah dek. Mungkin kamu bisa tanya lagi sama Pak Edi, tapi sekarang dia sudah pulang..”

“ohh.. baiklah. Terima kasih banyak pak..” Aku pamit dan langit sudah gelap. Angin bertiup kencang membawa turun daun-daun yang hendak bertualang. Suatu saat aku akan kembali lagi kesana. Semoga.

01.28.08

6:14

Posted in 1 at 11:13 am by rumahbiru

“kalau kau ingin berhenti, jangan lupa tuk mulai lagi..”

01.20.08

INTO the WILD

Posted in Hidup at 7:04 pm by rumahbiru

Masih sangat banyak hal yang harus aku pelajari dalam hidup, agar hidup ini tidak berlalu saja menuju mati, minimal meninggalkan bekas yang berguna bagi manusia lain, sebanyak mungkin, siapapun dia. Aku harus belajar menjadi orang yang benar-benar miskin, karena sedari awal aku merasa kalau hidupku terlalu enak dan mudah. Cuma mampu makan mie selama seminggu belum pernah aku alami.

Aku benar-benar harus belajar untuk kegagalan besar, karena menurutku Tuhan terlalu baik padaku, diberikan-Nya semua kemudahan hingga kemudian aku bisa berada disini dan menuliskan solulokui ini. Aku ingin gagal segagal-gagalnya, kemudian kita sama-sama lihat apakah seorang Hengki Eko Putra itu sanggup bertahan sampai dimana? Bukankah hancur menjadi debu kemudian diterbangkan angin kesegala arah lebih terhormat dibandingkan mati membusuk kemudian menjadi bangkai?

Aku pun ingin belajar mencintaimu, sesederhana apapun, dan pasti masih dengan sebuah kenyataan bahwa aku tidak akan pernah menjanjikan apapun padamu [selain aku akan mencintaimu semampuku..]. aku masih ingin menemuimu dimanapun kau berada, dan kalau kau tak keberatan menjadi istri dari seorang nelayan, kita akan arungi laut seluas engkau dan aku mau dan mampu. Aku akan terus menunggumu disana, dengan langit senja dan lautnya, seperti biasa, ditempat kita bercinta dan bercerita; di dermaga yang ada ikan nemo dibawahnya.

01.18.08

tentangSAUDARA

Posted in 1 at 7:09 pm by rumahbiru

Aku tahu kau tidak akan pernah membaca tulisanku ini, tapi tidak masalah, aku akan tetap menuliskannya untukmu. Ini tentang cerita kita, tentang kata ’saudara’ yang dulu kita sepakati berdua, aku kakak yang kau cintai, dan kau adek yang aku sayangi. Punya zodiak yang sama yang kemudian kita begitu mudah untuk menebak isi hati masing-masing, kau tahu aku tidak akan bisa berbohong didepanmu, begitu juga dengan mu. Dan kemudian badai ketidakmampuan mengelola perasaan membuat kau dan aku terpisah, aku pergi dan kemudian kau pun juga menjauh. Aku minta maaf atas kata ‘mantan teman’ yang begitu sering aku ucapkan bila ada yang menanyaimu padaku -aku benar benar minta maaf. Dan ternyata aku tidak sebegitu jagonya, aku menyerah untuk menghubungimu duluan saat status di messenger mu UNWELL!!. Dan sekarang obrolan itu kembali mengalir, kau tahu nid, bagaimana dia membuka obrolannya denganku malam ini? Dia menanyakan padaku apakah aku pernah mengetahui lagu ’sway’ nya MYMP (Make Your Mama Proud) atau ‘Memiliki Kehilangan’ nya Letto? Dan aku menjawab tidak pernah, aku kemudian mencarinya. Dan dia mengatakan bahwa kedua lagu itu dia tujukan untukku. Aku kemudian mendengarkan ke dua lagu itu. Tertegun. Ternyata dia tidak pernah pergi, dia selalu ada.

Don’t stray
Don’t ever go away

Sometimes
When you and I collide
I fall into an ocean of you
Pull me out in time
Say you’ll stay

Don’t come and go
Like you do
Sway my way
Yeah I need to know
All about you

It’s all because of you
It’s all because of you

[sway, MYMP]

tak mampu melepasnya walau sudah tak ada
hatimu tetap merasa masih memilikinya
rasa kehilangan hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya

pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
rasa kehilangan hanya akan ada
jika kau pernah merasa memilikinya

[Memiliki Kehilangan, Letto]

Ulandari.

01.17.08

2 00 8

Posted in 1 at 2:27 pm by rumahbiru

Ah, aku bertingkah bodoh lagi, bagaimana mungkin aku bisa mengharapkan bantuan orang lain untuk menemukan orang yang sepertimu, caranya pun terlalu sederhana, memperlihatkan kepada mereka beberapa potong fotomu yang kemudian aku jadikan satu dan dihias seadanya dan kemudian menjadi wallpaper di dekstop komputerku di lab.

Huff.. kau terlalu jauh. Meski aku disini semakin tertegun setiap melihat wajahmu. Aku belajar jatuh cinta, dan pasti aku akan cemburu buta.

01.08.08

confession

Posted in Hidup at 8:36 pm by rumahbiru

Sore ini, seorang laki-laki pamit, kemudian dia melanjutkan perjalanan mengejar mimpinya. Ini hanyalah perulangan dari beberapa ribu kali peristiwa yang sama dan terjadi sebelumnya -PERPISAHAN. Kau tahu bahwa tidak selamanya mudah untuk membiarkan orang lain memilih jalan hidupnya sendiri. Sewaktu takdir membawa mereka menjauh, kita merasakan sebuah kehilangan fisik yang berarti (apalagi sejak aku menyadari bahwa kedekatan selain fisik tak ubahnya sebuah mimpi; sugesti. Bisa dipercaya-namun aku lebih menyarankan untuk tidak.)

Aku masih tidak pernah bisa mengerti mengapa kamu harus menjadi seorang lesbian. Seandainya cinta memang buta, tapi aku yakin dia masih mempunyai mata yang lain. Semakin aku mendengar pembelaan dan pembenaran tentang pilihanmu, ternyata aku semakin jauh. Aku belum se’relatif’ itu. Aku masih laki-laki yang tak bisa menyembunyikan sesuatu, apalagi sejak aku mengetahui dan menyadari bahwa aku sudah sangat sering kau dan wanita ‘lelaki’mu itu bohongi. Ah, aku menyesali semua sikap optimis dan positif thingking ku padamu. Ternyata begitu banyak celah untuk membuang amanah dan menyepelekan sebuah kepercayaan. Aku akan mulai belajar hidup sederhana, tanpa kemewahan memiliki banyak sahabat.

01.02.08

tentang sahabat ..

Posted in Hidup at 4:43 pm by rumahbiru

Aku punya cerita tentang sahabat. Ini adalah cerita tentang sahabat pertama.

Kenapa kau harus selalu berbohong? Hal itu semakin membuat kami jauh untuk memahamimu. Iya, aku juga tahu hal itu kompleks, sangat kompleks malah. Namun, bukankah terus menghindar menjauh lewat berbohong hanya membuat kami berprasangka padamu? Dan bukankah kita sama-sama tahu bahwa prasangka sangatlah buruk. Sama-sama menghukum, entah itu kami ataupun kau. Ah, seandainya saja kau mau untuk sedikit berbagi cerita, tentu kami punya segudang solusi untuk membantumu keluar dari lobang yang kau anggap benar itu. Dan saat ini ingin aku katakan bahwa aku sudah berhenti ‘peduli’ padamu, sejak aku membaca tulisan “semoga mereka mengerti”, di blogmu.

Dan ini adalah cerita sahabatku yang kedua:

Ah, bagaimana caraku untuk memahami mu sekarang? Dimataku kau tak ubahnya seorang yang retorik [ah, aku tidak mau menyebutmu dengan munafik !]. Kau tau kan maksud ku apa? Aku bingung membedakan mu, bukankah hidup adalah perjuangan mewujudkan kata-kata? Lalu saat semua yang kau tulis dan ucapkan jauh berbeda dibanding apa yang kau kerjakan, aku harus mempercayai yang mana? Ah, seandainya kau berbicara tentang toleransi atau sikap saling menghormati kepada siapa yang beragama dan kepada siapa yang tidak beragama, aku juga setuju. Dan saat kau berteriak bahwa kita memusuhi semua orang yang melawan kemanusiaan, aku juga pasti bersamamu. Namun, apa yang kita maksudkan dengan ‘kemanusiaan’ itu sama? Apakah semua pemakai narkoba cukup kita biarkan dengan alasan bahwa setiap manusia mempunyai haknya untuk menentukan jalan hidupnya dan dia bahagia dengan narkoba laknatnya itu, dan saat aku mencegah mereka dan kau malah menentangku. Apakah itu yang dimaksudkan dengan kemanusiaan? Kalau begitu, ternyata kita cukup berbeda. Baiklah, kita memang tidak harus selalu bersama. Selamat berjuang. Good luck. Aku dengan apa yang aku yakini, begitupun juga dengan kau.

Next page